Purwarupa pengering biji kopi terintegrasi sistem pengukur perubahan kadar air

Azzaluuly, Adib and Zulbahri, Raikhan (2020) Purwarupa pengering biji kopi terintegrasi sistem pengukur perubahan kadar air. Diploma thesis, Akademi Metrologi dan Instrumentasi.

[thumbnail of Tugas Akhir D3 Akademi Metrologi dan Instrumentasi] Text (Tugas Akhir D3 Akademi Metrologi dan Instrumentasi)
Adib Azzaluuly dan Raikhan Zulbahri.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi yang cukup digemari di seluruh dunia. Untuk dapat dinikmati, biji kopi perlu melalui proses pengeringan untuk dapat diolah lebih lanjut. Proses pengeringan biji kopi pada umumnya dilakukan dengan cara menjemur biji kopi di bawah sinar matahari. Pengeringan dengan cara konvensional seperti ini tentu sangat bergantung pada intensitas cahaya matahari, yang sulit dikendalikan dan tidak selalu tersedia. Selain itu, biji kopi yang telah dikeringkan seharusnya memiliki nilai kadar air tertentu, yang tentunya akan sulit dicapai jika pengeringannya masih dilakukan secara konvensional. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sebuah purwarupa mesin pengering biji kopi dibuat yang memanfaatkan sumber panas selain cahaya matahari, serta memiliki kemampuan mengukur perubahan kadar air pada biji kopi yang dikeringkan. Sumber panas yang digunakan pada mesin ini berasal dari pemanas elektrik dengan daya tercantum sebesar 300 W. Dengan penggunaan pemanas listrik, pengeringan dapat dilakukan pada berbagai kondisi cuaca, selama terdapat aliran listrik yang memadai. Mesin pengering ini dilengkapi dengan sebuah load cell berkapasitas 5 kg sebagai sensor yang akan mengukur perubahan kadar air sampel yang dikeringkan. Dalam uji coba pengeringan sebanyak 9 kali, purwarupa ini mampu menghasilkan panas hingga 80 °C. Untuk pengukuran kadar air, purwarupa telah digunakan untuk mengeringkan biji kopi dengan kadar air awal tertinggi sebesar 81,89 % dan kadar air akhir terendah sebesar 8,54 %. Kesalahan pengukuran kadar air oleh alat ini berada pada rentang -1,91 % hingga 1,87 % . Kesalahan pengukuran kadar air dihitung berdasarkan dua acuan, yaitu pengukuran kadar air menggunakan moisture balance, serta memperhitungkannya berdasarkan perubahan massa yang terukur oleh timbangan elektronik.

Kata kunci: pengeringan, pemanas listrik, kadar air, load cell, biji kopi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: I Intrumentation
M Metrology
TA Tugas Akhir
Depositing User: Mega I
Date Deposited: 06 Sep 2022 13:37
Last Modified: 06 Sep 2022 13:37
URI: http://repo.akmet.ac.id/id/eprint/7

Actions (login required)

View Item
View Item